Jump to content
Cheetz

Kehidupan Yang Pahit

Featured Comment

59 minutes ago, SEMPAXs said:

Ujian bukan hanya pada kesusahan tetapi harta akan lebih berat lagi menurut saya ujian tersebut,karena jika kita salah melangkan dan akhirnya menjadi sengsara dengan harta yang di titipkan ke kita.Bayangkan jika setelah kita jatuh miskin,padahal selama ini kita hidup dalam kemudahan.rasanya itu lebih menyakitkan.:D

Sepertinya kita memang benar-benar harus memperbanyak rasa syukur ya. Apapun kondisi kita saat ini. Baik senang ataupun susah tetap harus bersyukur. Makanya prinsip memakai kata "untung" sebenarnya bisa menjadi salah satu cara yang sangat bagus untuk menjaga level kehidupan kita agar penuh dengan rasa syukur.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, akmal1984 said:

Sepertinya kita memang benar-benar harus memperbanyak rasa syukur ya. Apapun kondisi kita saat ini. Baik senang ataupun susah tetap harus bersyukur. Makanya prinsip memakai kata "untung" sebenarnya bisa menjadi salah satu cara yang sangat bagus untuk menjaga level kehidupan kita agar penuh dengan rasa syukur.

bener gan ada baiknya kita selalu bersuyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, karena menurut ane masih lbih banyak orang yang di bawah ane dan mereka baik2 saja maka dari itu saya selalu melihat kebawah untuk apa yang saya miliki sekarang ini supaya ada rasa bersuyukur dalam diri saya

Share this post


Link to post
Share on other sites

masih mending kekasih gan, ane diselingkuhi istri.

dan bukan hanya sekali, tapi berkali2

akhirnya harus pisah walo anak terakhir usia 4bulan, pas lucu lucunya

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/24/2019 at 3:09 PM, SEMPAXs said:

Ujian bukan hanya pada kesusahan tetapi harta akan lebih berat lagi menurut saya ujian tersebut,karena jika kita salah melangkan dan akhirnya menjadi sengsara dengan harta yang di titipkan ke kita.Bayangkan jika setelah kita jatuh miskin,padahal selama ini kita hidup dalam kemudahan.rasanya itu lebih menyakitkan.:D

di saat senang pun sebenarnya lagi di uji juga, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja dan jangan lupa tetap Bersyukur atas nikmat yang telah di terima.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/19/2019 at 1:46 PM, wong77 said:

di saat senang pun sebenarnya lagi di uji juga, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja dan jangan lupa tetap Bersyukur atas nikmat yang telah di terima.

bener banget gan ketika kita di beri kesenangan pasti ada juga ujian yg bakal datang kedepannya jadi kita mesti selalu bersukur ketika mendapat kesenangan dan tabaw saat tertimpa ujian , namun semua itu kadang sulit kita lakukan karena kita selalu terbuai dengan kesenangan yang sedang kita dapatakan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yang sabar gan ane juga udah ngerasain hal seperti ini dari ane SMP , ane mau cerita juga tapi takut kepanjangan gan :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/24/2019 at 3:09 PM, SEMPAXs said:

Ujian bukan hanya pada kesusahan tetapi harta akan lebih berat lagi menurut saya ujian tersebut,karena jika kita salah melangkan dan akhirnya menjadi sengsara dengan harta yang di titipkan ke kita.Bayangkan jika setelah kita jatuh miskin,padahal selama ini kita hidup dalam kemudahan.rasanya itu lebih menyakitkan.:D

Ya yang sabar ya gan, hidup memang tidak bisa kita atur, yg jelas kita cuma bisa menjalankannya saja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

mohon maaf sebelumnya inikan masalah pribadi tidak untuk di beritahukan kepada siapapun,menurut saya mendingan di ambil kenangannya saja dari pada ngambil sedihnya kan gak enak apalagi di tinggal nikah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya yakin semua orang memiliki kisah pahitnya tersendiri dan tidak semua orang berani mengungkapkannya, so sya cungi jempol buat agan yang udah berani menceritakan kisah pahitnya yang seharusnya tidak diceritakan ke siapa-siapa. tuhan memberikan cobaan sesuai kemampuan umatnya, yakinlah semuanya akan indah pada waktunya

Share this post


Link to post
Share on other sites

yakinlah di balik kisah agan gelap agan tersimpan cahaya yang sangat terang, saya salut dengan ketabahan agan menghadapi masalah ini karna tidak semua orang bisa mengarungi hal tersebut, mudah mudahan agan secepatnya diberikan hal indah oleh tuhan.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/4/2019 at 2:24 AM, Cheetz said:

Selamat pagi, siang, sore dan malam (tergantung kalian baca trit ini kapan) buat sesepuh dan kakak seperguruan saya di Forum tercinta ini. ☺

Untuk yang belum kenal nama saya sudah tertulis dengan jelas diatas. Saya kelahiran jawa 16 Maret 1997 menurut Akta Kelahiran (tapi di KTP 12 Maret 1996). Jadi sudah cukup umur kan buat main disini? huehue

Jadi saya mau menceritakan kisah "busuk" dan dramatis dlm kehidupan saya ini om. Sekalian meminta pendapat kalian tentang apa yang ada dibawah. Kenapa saya sebut "busuk"? ya alasannya om semua tau deh klo udah baca ceritanya dibawah. 🙂

Mulai dari semasa kecil, saya dibesarkan oleh nenek (saya manggilnya emak) dan kakek (saya manggilnya kakung). Saya sudah anggap mereka ini orang tua kandung, mereka lebih saya sayangi dari orang tua saya yang sebenarnya.
Meskipun bapak saya saat itu juga tinggal disitu (rumah nenek).

Seiring bertambahnya umur, akhirnya saya memahami bahwa mereka (org tua kandung saya) pisah dan sampai detik ini pun saya ga tau pisahnya gara-gara apa.  Ibu saya tinggal dikota yang jauh dari tempat kelahiran saya. Jauh dari tempat dimana saya dibesarkan. 

Saya bertemu ibu kalau dia jenguk saya kesini, saya selalu dimanjain klo ibuk jenguk. Diajak ke jalan-jalan wisata, ke mall sampe belanjaan banyak banget, diajakin makan enak-enak dan dibeliin mainan-mainan. Klo mainan itu dikumpulin sampe sekarung atau lebih mungkin wkwk. Pokoknya idaman anak kecil banget lah klo diajakin ibuk, apa aja diturutin.

Setiap bulan ibuk saya jenguk meskipun itu dilarang oleh bapak saya. Jadi bapak saya nggak suka kalau ibuk saya kesini, apalagi diajakin jalan-jalan.
Salah satu ingatan yg ga bisa ilang dari kepala saya yaitu ketika pulang dari jalan-jalan sama ibuk dan dirumah cuma ada bapak, saya cuma inget sekilas aja karena umur saya juga blom ada 5 tahun.
Bapak berperilaku kasar sama ibuk saya mungkin adu mulut juga tp saya ga inget. Sampe ibu saya ditampar bberapa kali, bahkan sampe berlutut meluk kaki bapak saya minta ampun. saya ga tau apa-apa, saya cuma bisa nangis sambil meluk mainan yg barusan dibeli.
Jadi sejak kecil saya sudah diperlihatkan kekerasan seorang suami kepada istri, yaitu bapak dan ibu saya.

Setelah kejadian-kejadian tersebut ibu saya jadi jarang jenguk saya, tetapi mulai menjenguk saya lagi semenjak bapak saya merantau ke Lampung karena dicari-cari polisi.

Saya kurang tau persis kasus kriminal apa yg membuat bapak saya diuber-uber polisi. Kata tetangga saya bapak itu dulu bandar nomor togel dan karena kasus itu diburu polisi. ga tau juga sih, saya juga ga mau tau.
Yang saya tau bapak saya itu Pemabuk, Pengguna Narkoba (suka nyabu kata paman saya), Royal (suka ngabisin duit di karaoke dan tempat portitusi) dan yang paling parah jual beberapa lahan tanah buat foya-foya.

Selang beberapa tahun makin tambah umur makin banyak yg saya tau dari kisah orang tua saya. Dan yang paling menyakitkan adalah kelahiran saya pun tidak diinginkan oleh ibu saya. 😔
Kenapa saya bilang begitu, karena saat dikandungan percobaan pembunuhan sudah terjadi pada diri saya. Ibu saya menenggak Pestisida berharap bahwa anaknya ini harus mati.
Ini bukan cerita lagi gan ini sudah jadi fakta dan terkonfirmasi oleh anggota keluarga lainnya (termasuk nenek-kakek saya).

Semakin banyak cerita-cerita yg saya denger, lama kelamaan saya jadi anak pendiam. Saat pendidikan sekolah dasar beban pikiran itu belum terlalu berpengaruh. Saya masih sanggup untuk belajar, bahkan sampai rangking 6 saat ujian sekolah dasar (lumayan kan 😅) wkwk. Meskipun saat itu udah mengenal rokok hehe.

Saat masuk ke Sekolah Menengah Pertama, saya saat itu cuma ngikut temen-temen aja masuk sekolah favorit. Hari pertama masuk SMP saya udah dihukum gan karena rambut di semir merah.

Bulan demi bulan berlalu sampai akhirnya saya merasa nggak bersemangat lagi buat sekolah. Beban pikiran tentang orang tua sudah mulai terasa. Dikelas 7 saya sudah banyak berbuat hal-hal bodoh tindik lidah/kuping, mabok digedung sekolah, ngrokok di kantin, bolos tes 3hr (cuma buat ketemuan sama pacar), ngatain guru dgn kata-kata kasar (hewan berkaki empat) dll ngeri juga ya SMP udah kayak gitu wkwk
btw itu pacar kakak kelas, saya kelas 7 dia kelas 8 itu awal jadian 😍. Dia nggak terlalu cantik sih 8/10 lah klo soal penampilan.

Sampai pada musim kenaikan kelas 9 saya dinyatakan naik bersyarat, jadi saya bisa naik kelas 9 asal saya harus pindah dari sekolah itu. Pada akhirnya saya harus kehilangan pendidikan karena kedua org tua saya benar-benar tidak peduli lagi dengan saya.
Tidak mungkin klo saya harus membebankan biaya sekolah pada nenek/kakek. klo urusan uang saku mungkin iya, tpi klo biaya yg lebih ngga sanggup. Sebelumnya biaya sekolah yang nanggung ibu.
Pada akhirnya saya harus merelakan pendidikan saya, penyesalan sudah tidak ada artinya lagi.

Saya sering curhat sama pacar saya, dia juga bilang klo saya harus sekolah. tapi akhirnya dia memahami kondisiku apa yg selama ini menggangu pikiranku. 

Setelah beberapa tahun menganggur masa muda saya makin gelap gan, makin banyak miras dan sex bebas 😔 . Tersadar akan kegelapan yg saya alami, saya berniat untuk mengakhiri gaya hidup itu. Saya ikut kerja kakak bapak saya biar bisa lepas dari dunia yg suram.

Tahun demi tahun berganti, perasaan saya untuk sang kekasih (yg dari kelas 7 SMP) semakin dalam. Kami berdua sudah terbiasa dengan hubungan yang "rusak".

Beberapa bulan berlalu ada satu lagi yg membuat saya benar-benar berada dititik depresi. Sang kekasih yg dari dulu selalu ada kini sudah berpindah hati. Sakit banget gan rasanya dihianati 😔 , tapi sebelumnya emg saya udah curiga sih sama dia. Yang bikin gak nyangka itu kok ternyata kejadian klo dia selingkuh.
Tanpa pikir panjang langsung kuakhiri gan hubungan itu, meskipun sakit dan agak ga rela. tapi ya mau gimana lagi.
Setahun setelahnya dia ngajakin ketemuan gan ditempat favorit waktu pacaran dulu, tpi ajakan itu saya tolak. Karena saya ga mau kejadian yg sama terulang. hehe sakit tau

Setelah peristiwa itu hari-hari saya berjalan normal, saya mulai menghilangkan gaya hidup yg suram.

Bertahun-tahun berlalu hati saya kembali hancur gan, emak (nenek) yg saya anggap ibu kandung saya mengalami struk. Rasa sedih saya makin menjadi karena 1 bulan lebih nenek saya masih dalam keadaan koma. 
Dan makin hancur lagi, tepatnya 7 maret 2017 emak meninggal. Kepergiannya benar-benar membuat saya tak berarti, karena hanya beliaulah yg masih peduli dengan kondisi saya.

Namun hari demi hari masih saya jalani gan, beberapa hari setelah itu kabar dari sang mantan pun datang klo dia bakakan nikah. Denger-denger hamil diluar nikah, gak heran sih org dia dari lugu sampe kek gitu yg ngajarin saya. tp ya bodo amatlah yg penting udah sering mencicipi. 😏 huehue

Mungkin segitu dulu ya om, kisah "busuk" dan dramatis saya ini. Menurut kalian gimana, apakah perpisahan org tua yang membuat saya jatuh dalam gaya hidup yg suram? atau memang saya yang terlalu over?
 

memang ditinggal orang yg kita sayangi itu rasanya sakit sekali, makanya sebelum tiada bahagiakan lah mereka yang masih ada dan mereka yg menyayangi kita

jangan pernah sia2kan hal itu karena tak akan bisa terulang kembali 

akan ada masa dimana semuanya hancur tapi kita harus yakin dan bisa bangkit dari keterpurukan tersebut

ingat lah roda kehidupan berputtar. tidak selamanya kita dibawah dan tidak selamanya pula kita diatas, semoga apa yg kita jalani selalu disertai dengan rasa syukur.

Share this post


Link to post
Share on other sites

tetap semangat gan , semua orang pasti mempunyai kenangan pahit masing masing. dan percayalah masih banyak yang lebih susah dan menderita dari kita. kalau kenangan pahit saya saat hidup di jakarta habis kena PHK dan tidak dapat pesangon seperak pun dan tidak punya uang yang banyak juga saya ingat sehari uang 5 ribu saya cukup cukupkan buat makan tiap hari.

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, pras111 said:

ceritanya cukup menarik dan membuat saya sidih ya semoga saja agan bisa jadi semakin baik , ya kalau boleh tau saat ini bagaimana kabar ayah agan apakah sudah berubah karena tau jika agan sekarang sudah cukup dewasa dan gak mungkin donk jika bertemu agan masih suka dimarahi.

sekarang sudah lebih baik gan, kmaren jenguk di jawa barat karena istri barunya melahirkan hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.


×