Jump to content
wiro212sableng

Tahukah anda, setiap orang punya masalah yang tidak harus jadi masalah

Featured Comment

10 hours ago, zulfandina said:

nah . disitu letak permasalahannya. saya sudah terbiasa dengan kalimat yang kasar dan keras. jika ketemu dengan kalimat yang agak lemah lembut dan gemulai, kok ya seperti darah ini naik ya.. entah kenapa itu terjadi dengan tiba2 saja. 

memang jika dibandingkan bahasa isyarat yang mungkin agak sedikit muter2 dan memang halus gaya bahasanya, saya memang susah memahaminya. saya memang suka gaya bahasa yang tegas, lugas, mantap dan langsung to the point. ngak pake neko2. karena memang lebih baik seperti itu :)

Karena sudah terbiasa seperti itu selama ini kan di lingkungannya. Kalau kami yang bicara model begitu orang aceh besar. Malah keras-keras lagi suaranya. Di pikir sama orang-orang lagi marah apa  😆😆

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, akmal1984 said:

Karena sudah terbiasa seperti itu selama ini kan di lingkungannya. Kalau kami yang bicara model begitu orang aceh besar. Malah keras-keras lagi suaranya. Di pikir sama orang-orang lagi marah apa  😆😆

yep.. itu memang benar. kita memang sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, dan memang sudah tradisinya. dan mungkin bagi orang luar yang mendengarkan, mereka pikir sedang bertengkar atau cekcok. tetapi jikawalau demkian, banyak juga yang merasa heran dengan hal tersebut. dan ada juga yang berusaha untuk melerai dua insan tersebut karena dia pikir sedang marahan dan ditakutkan akan terjadi perkelahian, padahal tidak. ini sama artinya masalah buat orang tapi tidak masalah buat diri sendiri

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, akmal1984 said:

Karena sudah terbiasa seperti itu selama ini kan di lingkungannya. Kalau kami yang bicara model begitu orang aceh besar. Malah keras-keras lagi suaranya. Di pikir sama orang-orang lagi marah apa  😆😆

 

4 hours ago, zulfandina said:

yep.. itu memang benar. kita memang sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, dan memang sudah tradisinya. dan mungkin bagi orang luar yang mendengarkan, mereka pikir sedang bertengkar atau cekcok. tetapi jikawalau demkian, banyak juga yang merasa heran dengan hal tersebut. dan ada juga yang berusaha untuk melerai dua insan tersebut karena dia pikir sedang marahan dan ditakutkan akan terjadi perkelahian, padahal tidak. ini sama artinya masalah buat orang tapi tidak masalah buat diri sendiri

Kalau memang sudah adat ya susah di hilangkan akan tetapi masih bisa di siasati juga asal masih menggunakan bahasa indo sih tidak apa apa. Kesalahpahaman kadang menggunakan bahasa daerah dan ada orang lain di sekitar kita yang tidak paham. Itu yang sering menjadi akar permasalahan juga.

Share this post


Link to post
Share on other sites
18 hours ago, zulfandina said:

yep.. itu memang benar. kita memang sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, dan memang sudah tradisinya. dan mungkin bagi orang luar yang mendengarkan, mereka pikir sedang bertengkar atau cekcok. tetapi jikawalau demkian, banyak juga yang merasa heran dengan hal tersebut. dan ada juga yang berusaha untuk melerai dua insan tersebut karena dia pikir sedang marahan dan ditakutkan akan terjadi perkelahian, padahal tidak. ini sama artinya masalah buat orang tapi tidak masalah buat diri sendiri

Kalau saya udah enggak heran lagi om zulfan karena punya banyak kawan dari medan gitu. Plus pun saya orang aceh besar jadi cara bicara sebenarnya agak mirip nada keras gitu. Cuman beda bahasanya saja

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/3/2019 at 6:26 PM, akmal1984 said:

Kalau saya udah enggak heran lagi om zulfan karena punya banyak kawan dari medan gitu. Plus pun saya orang aceh besar jadi cara bicara sebenarnya agak mirip nada keras gitu. Cuman beda bahasanya saja

Karena sudah terbiasa apalagi logatnya juga mirip jadinya di anggap wajar. Berbeda kalau ketemu sama orang jawa bisa di kira lagi berantem. Karena berbeda logat dan bahasa juga.

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, wong77 said:

Karena sudah terbiasa apalagi logatnya juga mirip jadinya di anggap wajar. Berbeda kalau ketemu sama orang jawa bisa di kira lagi berantem. Karena berbeda logat dan bahasa juga.

Ya disana agak pelan gitu ya bicaranya dan lebih teratur. Kalau di sini ada juga yang seperti itu daerah aceh utara agak halus gitu bahasa acehnya.Jadi kalau saya ini untuk menghindari salah paham atau masalah biasanya saya menyimak dulu gaya bahasa lawan bicara saya. Biasanya akan saya sesuaikan biar nyambung ngobrolnya

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/1/2019 at 6:30 AM, wong77 said:

Benar gan Davin , tetapi saya yang di tuduh yang melakukan nya. Dan memposisikan saya juga sebagai tersangka. 

Meskipun sudah lama kejadian nya akan tetapi kadang masih mengingatnya juga.

Jangan terlalu mengingat masa lalu yang pahit gan ambil hikmahnya dan lupakan, kalau kita selalu mengingatnya takut menjadi dendam kesumat gan, jelek buat hidup dan jalan rejeki kita.

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, akmal1984 said:

Ya disana agak pelan gitu ya bicaranya dan lebih teratur. Kalau di sini ada juga yang seperti itu daerah aceh utara agak halus gitu bahasa acehnya.Jadi kalau saya ini untuk menghindari salah paham atau masalah biasanya saya menyimak dulu gaya bahasa lawan bicara saya. Biasanya akan saya sesuaikan biar nyambung ngobrolnya

Logat dan bahasa juga yang mempengaruhi nya bisa juga membuat pertengkaran. Misal bicara dengan bahasa daerah tetapi ada teman lain yang tidak mengerti . Bisa bisa membuat tidak nyaman dan membuat tersisih juga. Karena saya pernah punya teman kerja orang daerah lampung ( lampung asli maaf bukan rasis ) kebanyakan suka bicara dengan bahasa mereka sendiri sedang di sampingnya ada kawan kawan yang lain. Seperti kurang menghargai teman yang lain. Ini sering banget saya jumpai yang seperti ini. 

Seakan akan dunia milik mereka berdua. 😀 menurut saya tidak tepat juga. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, wong77 said:

Logat dan bahasa juga yang mempengaruhi nya bisa juga membuat pertengkaran. Misal bicara dengan bahasa daerah tetapi ada teman lain yang tidak mengerti . Bisa bisa membuat tidak nyaman dan membuat tersisih juga. Karena saya pernah punya teman kerja orang daerah lampung ( lampung asli maaf bukan rasis ) kebanyakan suka bicara dengan bahasa mereka sendiri sedang di sampingnya ada kawan kawan yang lain. Seperti kurang menghargai teman yang lain. Ini sering banget saya jumpai yang seperti ini. 

Seakan akan dunia milik mereka berdua. 😀 menurut saya tidak tepat juga. 

Nah itu juga sering kejadian ne di sini om wong. Bagian aceh tengah, selatan, barat daya  sering menggunakan bahasa daerah mereka sendiri yang memang enggak di mengerti oleh orang aceh yang dari daerah lain. INi mereka sering mendapatkan sindiran dan bahkan menjurus ke masalah gitu. Karena mereka tertawa2 bicara bahasa sendiri tapi di tempat umum. Orang2 banyak yang gak nyaman pasti

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, akmal1984 said:

Nah itu juga sering kejadian ne di sini om wong. Bagian aceh tengah, selatan, barat daya  sering menggunakan bahasa daerah mereka sendiri yang memang enggak di mengerti oleh orang aceh yang dari daerah lain. INi mereka sering mendapatkan sindiran dan bahkan menjurus ke masalah gitu. Karena mereka tertawa2 bicara bahasa sendiri tapi di tempat umum. Orang2 banyak yang gak nyaman pasti

Pastinya tuh gan Akmal, apalagi kita yang sama sekali tidak paham karena memang sangat berbeda sekali bahasanya. Agan Akmal sendiri yang masih satu daerah saja kadang tidak paham juga.kalau masih di daerah saya rasa masih maklum.

Lah ini di JKT di kota besar dan banyak orang masih menggunakan bahasa daerahnya. Kalau tertawa pun bisa juga dianggap menertawakan teman lain nya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/6/2019 at 5:37 AM, wong77 said:

Logat dan bahasa juga yang mempengaruhi nya bisa juga membuat pertengkaran. Misal bicara dengan bahasa daerah tetapi ada teman lain yang tidak mengerti . Bisa bisa membuat tidak nyaman dan membuat tersisih juga. Karena saya pernah punya teman kerja orang daerah lampung ( lampung asli maaf bukan rasis ) kebanyakan suka bicara dengan bahasa mereka sendiri sedang di sampingnya ada kawan kawan yang lain. Seperti kurang menghargai teman yang lain. Ini sering banget saya jumpai yang seperti ini. 

Seakan akan dunia milik mereka berdua. 😀 menurut saya tidak tepat juga. 

Saya kira bukan begitu gan pada dasarnya karena mungkin mereka akan memberikan apresiasi yang lebih buat bahasa daerah mereka sendiri dan berusaha melestarikannya jangan sampai melupakan kayak saya kalau di perantaun pasti akan memakai bahasa jawa dengan teman dr jawa.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, wiro212sableng said:

Saya kira bukan begitu gan pada dasarnya karena mungkin mereka akan memberikan apresiasi yang lebih buat bahasa daerah mereka sendiri dan berusaha melestarikannya jangan sampai melupakan kayak saya kalau di perantaun pasti akan memakai bahasa jawa dengan teman dr jawa.

Bahasa ini juga kadang menjadi masalah gan. Di daerah saya kalo ada orang yang mudik dari perantauan dan dia menggunakan bahasa rantau biasanya di cap sombong atau sok gaul begitu gan. Dan ini sangat sering terjadi.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/8/2019 at 10:08 PM, jkd123 said:

Bahasa ini juga kadang menjadi masalah gan. Di daerah saya kalo ada orang yang mudik dari perantauan dan dia menggunakan bahasa rantau biasanya di cap sombong atau sok gaul begitu gan. Dan ini sangat sering terjadi.

Hahahaha sama aja kalau itu gan namanya belagu kalau di daerah perkampungan mah, apalagi kalau rambut juga sudah di semir cokelat kek bule trus ngomongnya elu gue gitu kan yang dengar kesal juga gan.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Guest
This topic is now closed to further replies.

×